Tanganku ini memang iseng ga bisa diam. Kalau diam, kayaknya bakal kesemutan. Ditambah riwayat insomnia sedang (efek jadi residen 5 tahun), maka tangan isengku punya penyaluran. Ada macam-macam yang sudah pernah jadi sasaran tanganku ini. Mulai dari buat kalung dan gelang, bros, pinata, kue-kue, dan masakan, hamper buat bayi dan terakhir boneka. Blog ini juga bagian dari keisenganku :p. Sayangnya, isengnya tanganku tidak untuk membuka lembaran-lembaran textbook dan jurnal. Hadeeeeuh kalau urusan yang itu justru jadi obat insomnia alias ngantuk berat fufufu.
Hasil keisengan diriku bisa dilihat di bawah sini. Kalau orang-orang nanya, kok sempat sih? Ya sempat saja, wong saya ini kalau pagi full housewife. Mulai jam 14-21 aja saya ganti profesi jadi SpA. Enak akan hidup saya? Nikmati dan syukuri, motto sederhana yang sedang saya coba jalani.
Kalung dan gelang.
Waktu buat ini sih jujur aja murni nyari uang saku. Masih residen waktu itu, ngga punya dana buat penelitian. Coba deh iseng jualan barang handmade. Capek sih, begadang malam-malam, sambil ngerjain ini itu pe-er residen anak yang segambreng, disambi bikin ginian. Yang ada kalau lapjag sering bobo manis (maaf ya mami Dr Partini *tutupmuka*). Menodong teman sendiri untuk membeli kalung yang murmer dan ga dijual ditoko manapun. Unik cuma satu-satunya, soalnya yang bikin kalau disuruh remake model yang sama pasti ga bisa karena ga mood lagi (sama kan kayak ulang modul, kalau disuruh ngulang rasanya ga mood ;p). Lumayan laris dagangannya, sempat ngumpulin ada sekitar 1,5 juta deh. Sedikit dibanding hasil jadi SpA (eh tapi masih tetap banyak ding buat saya...*bersyukur..bersyukur*). Beberapa contoh karya saya bisa dilihat di gambar (please jangan samakan dengan Elizabeth Wahyu ya?).
Diaper Cake
Masih bingung kan, diaper cake itu apa? Sebenarnya hamper/parsel/paket kado buat newborn tapi dibentuk dari pospak disusun menyerupai cake ultah. Isinya bisa macam-macam, jumper, kaos kaki, boneka, topi dan segala macam perlengkapan bayi yang diharapkan bisa terpakai oleh si baby kelak. Jadi isinya barang-barang yang useful buat bayi. Di sono (maksudnya di Amrik,Eropa dan Aussie), diaper cake ini bukan barang ajaib, karena mereka sering buat ini untuk acara baby shower (kayak nujuhbulanin deh kalau di sini mah). Diaper cake-nya jadi hiasan utama.
Disini belum populer. Makanya unik banget kalau mau kasih kado begini. Waktu awal bikin buat si Boyti-nya @amandasoebadi . Bikinnya googling dan belajar tutorialnya dari Youtube. Eh kagum juga waktu hasilnya jadi. Unyuuuuu bener sih (memuji diri sendiri). Diaper cake kedua dan ketiga buat Nayo, anaknya Marina Tamara @doc_tam. Digotong-gotong ke Hermina Jatinegara dan semua orang terkagum-kagum (menurut aku sihhh yang kege-eran) terus bertanya beli dimana? Dengan bangga dijawab buat sendiri :D.
Yang belum tau diaper cake kayak gini nih.
Pinata
Apa lagi tuh? Itu loooh hiasan digantung yang diisi berbagai macam permen/coklat nanti dipukul-pukul sampai remuk dan keluar isinya. Dari tradisi orang Mexico terkait festival tertentu (lupaaaa) terus diadapatasi sama bule-bule Amrik sebagai bagian dari acara pesta ultah anak-anak. Gara-gara dendam beli pinata bentuk McQueen di Asemka (IDR 250rb cuma buat dipukul-pukul) akhirnya terinspirasi buat sendiri, kebetulan Daulika minta dibuatkan untuk ultahnya Abram. Jadi hayooo challenge excepted. Belum rapi bentuknya, tapi fungsinya bagus kok, gampang dipukul dan isinya juga aman karena terbuat dari tepung beras dan kertas koran. Ngirit kaaan? Seruuu kaaan?
Kue dan masakan
Ini sih ngga perlu iseng, memang wajib bisa secara aku ini main job-nya ibu RT gitu looooh. Walaupun memang kalau untuk kue sih ga perlu buat, beli jadi gampang. Tapi buat kue sendiri ada kepuasan batin, walaupun bantet, gosong, dan makannya (ternyata) lebih cepat daripada buatnya ;p. Ini beberapa masterpiece diriku. Please jangan dibandingin sama peserta masterchef ya? Buat aku yang ga pernah main ke dapur, bisa masak begini saja sudah keren looh
Terakhir lagi pengen belajar adalah bikin plushie/boneka binatang. Uuuuh lucu-lucu deh yang ada diblog-blog craft itu. Kok bisa yaaa? Aku juga mau belajar ah. Sementara sih jadinya baru begini nih. Tapi sudah lumayan berbentuk kok. Padahal ini dijahit pakai tangan, soalnya si Janome keren itu belum kebeli.
Iseng? Hhhmm mungkin iya benar. Tapi menyibukkan tangan adalah sebuah terapi khusus buat aku belajar sabar, teliti, detail. Modal yang sangat dibutuhkan seorang dokter anak dalam bekerja. Mungkin suatu saat bisa buka bisnis sendiri yang melibatkan banyak orang sehingga bisa buka lapangan kerja baru.
Doakan ya?
Aamiin YRA
Cinta
Demi Wildan
Bebek
Jepret-jepret karya WIildan
Rabu, 27 Februari 2013
Kamis, 31 Januari 2013
Kalau Wildan sakit
Minggu akhir Januari ini benar-benar waktu sendu buat Ibu. Kamu tiba-tiba saja sakit, diawali dengan demam dilanjut diare berakhir dengan muntah-muntah hebat. Karena sudah tahu adatnya kalau sakit, yaitu malas minum, akhirnya diputuskan kamu dirawat saja. Hasil labnya mencengangkan karena dalam waktu sehari saja hitung jenisnya sudah segmenter 90. Deeegg, rasanya jantung mencelos, kok saya bisa kecolongan? Baru ingat, waktu ibu antar bantuan banjir, kamu ikut nyemplung ke lumpur kotor itu. Duuuh, maafkan ibu ya nak, maksud ibu ajak kamu itu biar rasa peduli kamu terasah. Bukan malah jatuh sakit.
Ya sudahlah, masuk antibiotik. Ibu pikir sehari saja saja sudah cukup, toh kamu kalau pakai infus sebentar saja langsung segar. Yup ini pengalamanmu ketiga dirawat (empat pasang infus dengan sirkumsisi lalu). Sedih rasanya tanganmu ditusuk-tusuk, mana sempat gagal pula. Pasti sakit ya, sayangku :(.
Setelah satu hari, tampaknya kamu sudah cukup layak pulang, walau makan masih sedikit, tapi kamu sudah ceria dan banyak bicara lagi. Jadilah kamu pulang. Tapi tampaknya ibu salah karena kamu belum mau makan dan dua hari setelahnya kamu muntah dan diare lagi walaupun tidak demam. Karena ayah tampak tidak nyaman dengan kondisimu, terpaksa kembali dirawat. Ibu nyaris tidak percaya diri merawat kamu, namun kalau dirawat dokter lain, ibu lebih tidak percaya.
Alhamdulillah, kali ini kamu tampak lebih baik. Makanmu banyak sampai tambah dan kamu sudah bisa bilang lapar. Artinya kamu memang membaik. Tapi ibu tetapkan antibiotikmu diberikan 3 hari dulu deh, biar tuntas. Lab juga perbaikan. Setelahnya kita bisa pulang.
Sehat terus ya sayang, janji itu rawat terakhirmu. Jangan sakit lagi ya anakku, hati ibu patah bila kamu sakit. Biar ibu dokter anak, namun tetap saja hati ibu mencelos dan meneteskan air mata setiap tusukan jarum menembus kulit lembutmu. Ah anakku yang baik, yang tidak menangis setiap ditusuk jarum, tapi ibu tahu kamu menahannya agar tidak melihat tetesan air mata ibu mengalir. Kamu memang anak baik.
Maafkan ibu ya, tidak selalu bisa menjadi ibu yang baik buatmu. Bahkan menjadi dokter yang baik untukmu saja ibu belum sanggup. Maka berjanjilah ya nak, sehat terus dirimu. Karena setiap sakitmu adalah duka bagi ayah ibu.
Ya sudahlah, masuk antibiotik. Ibu pikir sehari saja saja sudah cukup, toh kamu kalau pakai infus sebentar saja langsung segar. Yup ini pengalamanmu ketiga dirawat (empat pasang infus dengan sirkumsisi lalu). Sedih rasanya tanganmu ditusuk-tusuk, mana sempat gagal pula. Pasti sakit ya, sayangku :(.
Setelah satu hari, tampaknya kamu sudah cukup layak pulang, walau makan masih sedikit, tapi kamu sudah ceria dan banyak bicara lagi. Jadilah kamu pulang. Tapi tampaknya ibu salah karena kamu belum mau makan dan dua hari setelahnya kamu muntah dan diare lagi walaupun tidak demam. Karena ayah tampak tidak nyaman dengan kondisimu, terpaksa kembali dirawat. Ibu nyaris tidak percaya diri merawat kamu, namun kalau dirawat dokter lain, ibu lebih tidak percaya.
Alhamdulillah, kali ini kamu tampak lebih baik. Makanmu banyak sampai tambah dan kamu sudah bisa bilang lapar. Artinya kamu memang membaik. Tapi ibu tetapkan antibiotikmu diberikan 3 hari dulu deh, biar tuntas. Lab juga perbaikan. Setelahnya kita bisa pulang.
Sehat terus ya sayang, janji itu rawat terakhirmu. Jangan sakit lagi ya anakku, hati ibu patah bila kamu sakit. Biar ibu dokter anak, namun tetap saja hati ibu mencelos dan meneteskan air mata setiap tusukan jarum menembus kulit lembutmu. Ah anakku yang baik, yang tidak menangis setiap ditusuk jarum, tapi ibu tahu kamu menahannya agar tidak melihat tetesan air mata ibu mengalir. Kamu memang anak baik.
Maafkan ibu ya, tidak selalu bisa menjadi ibu yang baik buatmu. Bahkan menjadi dokter yang baik untukmu saja ibu belum sanggup. Maka berjanjilah ya nak, sehat terus dirimu. Karena setiap sakitmu adalah duka bagi ayah ibu.
Selalu suka My Bestfriend's Wedding
Baru saja selesai nonton My Bestfriend's wedding untuk yang entah keberapa kalinya. Sayangnya, saya tidak pernah bosan menontonnya berulang-ulang. Dan masih saja selalu menangis setiap menonton film komedi romantis berbintang si cantik Julia Roberts. Entah mengapa, Julia di film ini paling adorable karena terlihat lugu dan awesomelly pethatic.
Agak konyol juga sih, nonton film komedi romantis kok menangis? Berulang-ulang pula. Yaaaah karena waktu pertama nonton film ini di tahun 1997-98an, saya masih masih ABG galau. Apalagi ditambah ngga punya pacar, dicuekin kecengan, sedang sakit kronis, dll dsb sejuta masalah ABG galau yang sekarang kelihatannya remeh temeh tapi saat itu memang penting buat saya (catat yaaa..biar maklum ;p). Kalau yang belum pernah nonton, sinopsisnya dibawah ini.
Julianne yang akrab dipanggil Jules, 27 tahun, adalah seorang perempuan karir, kritikus makanan yang sukses di New York. Suatu hari, Jules mendapat kabar dari sahabat lamanya, Mike (Dermott Mulroney) yang memberitahu bahwa dalam waktu seminggu mendatang, dia akan menikah dan minta Jules jadi "Maid of Honour". Jules dan Mike sudah kenal sejak jaman mereka di College. Mike pernah nembak Jules tapi Jules menolak, akhirnya mereka jadi sahabat bertahun-tahun lamanya, jadi tempat curhat satu sama lain. Sempat buat janji, kalau sampai umur 30 tahun mereka belum menikah dengan seseorang, mereka akan menikah satu sama lain. Mike dan Jules beda domisili, si Mike ini kalau ngga salah tinggal di San Fransisco. Mendengar Mike mau menikah, Jules panik dan merasa terancam oleh kehadiran Kimmy, calon istri Mike.
Bertahun-tahun jadi satu-satunya perempuan yang paling dekat dengan Mike, Jules merasa cemburu dan takut tempatnya tergantikan. Plus, dia sendiri belum ketemu Prince Charming-nya. Terintimidasi oleh sikon, Jules menyadari bahwa sebenarnya bertahun-tahun dia jatuh cinta pada Mike tapi tidak mengakuinya. Sampai akhirnya kesempatannya nyaris hilang dan dia merasa harus mengambilnya. Jadi pergilah Jules ke San Fransisco menemui Mike dan tunangannya dengan niat dalam waktu 4 hari tersisa dia harus menggagalkan pernikahan tersebut dan merebut Mike kembali.
Ternyata tunangan Mike adalah perempuan sempurna di mata Jules, semua yang dia tidak miliki ada pada Kimmy. Pirang, ramah, ceria, cantik, sooo fit to be played by Cameron Diaz. Ditambah ayah Kimmy ternyata jutawan pemilik jaringan televisi. Jules sendiri mengakui, kalau dia tidak memiliki keharusan membenci Kimmy, Jules akan sangat mengaguminya. Jadilah sisa hari menjelang pernikahan dipenuhi usaha Jules merebut Mike. Dalam upayanya tersebut, Jules curhat pada editor dan kawan dekatnya, George (Rupert Everett) yang guaaanteng pisan, lebih ganteng dari Mike, sayangnya gay. George akhirnya datang menemani Jules dan meminta Jules menggunakan akal sehatnya. Benarkah ia mencintai Mike atau hanya masalah kalah menang saja? Kalau Jules benar mencintai Mike, maka katakanlah sejujurnya dan biarkan Mike memilih. Kalau Jules tidak mau mengatakannya, maka sebaiknya Jules tetap diam, melaksanakan tugasnya untuk pernikahan Mike dan mengucapkan selamat tinggal. Sayangnya, Jules tidak punya keberanian jujur pada Mike, sebaliknya supaya jaga gengsi, dia mengaku-aku kalau George adalah tunangannya dari New York. Dan kemudian segala kekonyolan berlangsung sampai pada puncaknya saat Jules mengaku pada Mike dan berakhir dengan menciumnya, namun Kimmy melihat kejadian itu dan marah lalu lari. Mike mengejar Kimmy dan Jules mengejar Mike.

Dalam kepanikan takut kehilangan Mike selamanya, Jules menelpon George dan George menanyakan kata kunci yang penting:"Who's chasing you, Jules? Nobody! Get it. There's your answer" Jules tersadar dan mengakui kesalahannya, meminta maaf pada Mike yang dijawab Mike dengan rasa terima kasih karena mencintainya begitu besar sampai melakukan kesalahan konyol. Endingnya Mike dan Kimmy tetap menikah sementara Jules dengan legowo meminjamkan lagu kenangannya bersama Mike untuk pengantin baru yang belum punya lagu tersebut. Saat Jules melihat mereka berdua berdansa, matanya berlinang-linang dan ia menghapusnya (uuuuhh so saaaad, I cried most at that scene). Untungnya tiba-tiba George datang, dressed up like James Bond, dan menghibur Jules dengan lagu favoritnya. And that's a wrap....
Jalan ceritanya kacangan sih, tapi memang saya tidak suka nonton film yang pakai mikir. Kenapa saya suka film ini? Karena beberapa kali saya jatuh hati sama sahabat saya sendiri. Hhhmm akui saja, beberapa di antara kita begitu kan? Bahkan saya pernah buat janji yang sama hehehe. Untung saya married duluan, jadi ngga terlalu seperti si Jules deh hihihi. Waktu mantan kecengan SMA saya nikah (cinta monyet saya, pertama kali saya naksir cowok), hhhmmm rasanya sedikit banyak saya nelongso, ditambah saya ngga punya pacar saat itu (jujur ga pernah punya pacar selain bapaknya si Idan hihihi). Apalagi lihat dia pakai baju mantenan gitu di pelaminan, huaahuaaa rasanya saya mau balik pulang saja ga jadi salaman. Tapi tegar-tegarkan hati, saya angkat dagu dan menyalaminya serta istrinya. Ternyata saya ngga pingsan tuh, alhamdulillah. Kalau pingsan kan repot yang angkat saya. Nah waktu sohib saya (yang janjian konyol itu) nikah, untungnya saya udah nikah lebih dulu 8 bulan sebelum dia, sedang hamil Idan pula saat saya datang kondangannya, jadi saya menang hahaha.
Bukan sekadar sahabat cowok saja yang bikin mellow. Dulu kalau teman perempuan married, rasanya juga saya sedikit jealous dan sedih. Cemburu karena bertanya-tanya dalam hati, kapan giliran saya menikah dan sedih karena merasa dia ngga akan banyak meluangkan waktu lagi buat saya. Sedih karena saya kehilangan sahabat. Benar ngga banyak yang berpikir seperti itu? Atau jangan-jangan saya saja yang aneh?
Hhhmmmm buat teman-teman yang belum menikah dan mengalami sensi-sensi seperti saya dulu, sabar saja ya. Kalau dikejar seperti si Jules mengejar Mike, andaikan bukan jodoh juga ngga akan terkejar. Ikhtiar, tetap semangat dan terus berdoa. Percaya deh Mr and Lady Right ada kok disana buat kamu.
Agak konyol juga sih, nonton film komedi romantis kok menangis? Berulang-ulang pula. Yaaaah karena waktu pertama nonton film ini di tahun 1997-98an, saya masih masih ABG galau. Apalagi ditambah ngga punya pacar, dicuekin kecengan, sedang sakit kronis, dll dsb sejuta masalah ABG galau yang sekarang kelihatannya remeh temeh tapi saat itu memang penting buat saya (catat yaaa..biar maklum ;p). Kalau yang belum pernah nonton, sinopsisnya dibawah ini.
Julianne yang akrab dipanggil Jules, 27 tahun, adalah seorang perempuan karir, kritikus makanan yang sukses di New York. Suatu hari, Jules mendapat kabar dari sahabat lamanya, Mike (Dermott Mulroney) yang memberitahu bahwa dalam waktu seminggu mendatang, dia akan menikah dan minta Jules jadi "Maid of Honour". Jules dan Mike sudah kenal sejak jaman mereka di College. Mike pernah nembak Jules tapi Jules menolak, akhirnya mereka jadi sahabat bertahun-tahun lamanya, jadi tempat curhat satu sama lain. Sempat buat janji, kalau sampai umur 30 tahun mereka belum menikah dengan seseorang, mereka akan menikah satu sama lain. Mike dan Jules beda domisili, si Mike ini kalau ngga salah tinggal di San Fransisco. Mendengar Mike mau menikah, Jules panik dan merasa terancam oleh kehadiran Kimmy, calon istri Mike.
| Saat Jules dan Mike bertemu kembali |
Ternyata tunangan Mike adalah perempuan sempurna di mata Jules, semua yang dia tidak miliki ada pada Kimmy. Pirang, ramah, ceria, cantik, sooo fit to be played by Cameron Diaz. Ditambah ayah Kimmy ternyata jutawan pemilik jaringan televisi. Jules sendiri mengakui, kalau dia tidak memiliki keharusan membenci Kimmy, Jules akan sangat mengaguminya. Jadilah sisa hari menjelang pernikahan dipenuhi usaha Jules merebut Mike. Dalam upayanya tersebut, Jules curhat pada editor dan kawan dekatnya, George (Rupert Everett) yang guaaanteng pisan, lebih ganteng dari Mike, sayangnya gay. George akhirnya datang menemani Jules dan meminta Jules menggunakan akal sehatnya. Benarkah ia mencintai Mike atau hanya masalah kalah menang saja? Kalau Jules benar mencintai Mike, maka katakanlah sejujurnya dan biarkan Mike memilih. Kalau Jules tidak mau mengatakannya, maka sebaiknya Jules tetap diam, melaksanakan tugasnya untuk pernikahan Mike dan mengucapkan selamat tinggal. Sayangnya, Jules tidak punya keberanian jujur pada Mike, sebaliknya supaya jaga gengsi, dia mengaku-aku kalau George adalah tunangannya dari New York. Dan kemudian segala kekonyolan berlangsung sampai pada puncaknya saat Jules mengaku pada Mike dan berakhir dengan menciumnya, namun Kimmy melihat kejadian itu dan marah lalu lari. Mike mengejar Kimmy dan Jules mengejar Mike.
Dalam kepanikan takut kehilangan Mike selamanya, Jules menelpon George dan George menanyakan kata kunci yang penting:"Who's chasing you, Jules? Nobody! Get it. There's your answer" Jules tersadar dan mengakui kesalahannya, meminta maaf pada Mike yang dijawab Mike dengan rasa terima kasih karena mencintainya begitu besar sampai melakukan kesalahan konyol. Endingnya Mike dan Kimmy tetap menikah sementara Jules dengan legowo meminjamkan lagu kenangannya bersama Mike untuk pengantin baru yang belum punya lagu tersebut. Saat Jules melihat mereka berdua berdansa, matanya berlinang-linang dan ia menghapusnya (uuuuhh so saaaad, I cried most at that scene). Untungnya tiba-tiba George datang, dressed up like James Bond, dan menghibur Jules dengan lagu favoritnya. And that's a wrap....
![]() |
| And she's crying to see their dance |
Bukan sekadar sahabat cowok saja yang bikin mellow. Dulu kalau teman perempuan married, rasanya juga saya sedikit jealous dan sedih. Cemburu karena bertanya-tanya dalam hati, kapan giliran saya menikah dan sedih karena merasa dia ngga akan banyak meluangkan waktu lagi buat saya. Sedih karena saya kehilangan sahabat. Benar ngga banyak yang berpikir seperti itu? Atau jangan-jangan saya saja yang aneh?
Hhhmmmm buat teman-teman yang belum menikah dan mengalami sensi-sensi seperti saya dulu, sabar saja ya. Kalau dikejar seperti si Jules mengejar Mike, andaikan bukan jodoh juga ngga akan terkejar. Ikhtiar, tetap semangat dan terus berdoa. Percaya deh Mr and Lady Right ada kok disana buat kamu.
Selasa, 01 Januari 2013
At the beginning of 2013
Yup...new year
Looking back at a year behind, felt like I've been on a roller coaster, going up, down, up again.
So that's what life was. A bumpy holey road
I'm not proud of what I've done the last year. Seemed I've destroyed my bright future career.
Breaking friendship with friends, captured myself in a prison of dignity.
Well, shamed on me.
Can't do this things a year ahead.
Have to be better.
Have to be more faithful.
Less my arogancy, being more humble.
Just have to stop tearing my self apart.
I can..I can...
Growing up is all I need to do
What progress, you ask, have I made? I have begun to be a friend to myself.
Hecato, Greek philosopher
Minggu, 30 Desember 2012
Menjelang 7 tahun
Biasa deh, menjelang ultahnya Idan tanggal 30 Oktober, Bu'ne jadi sentimentil girl hehehe :p. Mengingat kembali kejadian tanggal 30 Oktober 2005 saat anak Bu'ne paling ganteng sejagat raya lahir :L Kayaknya baru kemarin deh punya bayi, eh sekarang Idan udah jadi jajaka...
Bu'ne sih buat posting ini biar si ganteng suatu saat bisa baca ini dan selalu tahu bahwa dia pernah jadi bayi mungil yang lucu, imut dan tahu bahwa sejak dia lahir, Bu'ne dan Pak'e sudah jatuh cinta setengah mati sama dia. Bahwa Bu'ne sama Pak'e bakalan mengorbankan apa saja buat kebahagiaan dia. Walaupun sekarang si ganteng sudah mulai berulah dan terkadang bikin Bu'ne dan Pak'e sebal (setengah hidup juga)
Ketemu foto-foto bayinya si ganteng. Dulu masih pakai kamera rol gitu (huaah kayaknya jadul banget ya?). Nah Bu'ne fotoin ulang dalam format digital. Foto-fotonya terpaksa Bu'ne ambil via BB. Soalnya kamera digital Bu'ne kan digondol makhluk spesies maling dan belum punya uang buat beli lagi (aaarrgghh masih gondok). Tapi ga apalah, masih untung punya dokumentasi si ganteng kecil hehehe.
Mau lihat si ganteng waktu masih 'piyik'? Nih..
Bu'ne sih buat posting ini biar si ganteng suatu saat bisa baca ini dan selalu tahu bahwa dia pernah jadi bayi mungil yang lucu, imut dan tahu bahwa sejak dia lahir, Bu'ne dan Pak'e sudah jatuh cinta setengah mati sama dia. Bahwa Bu'ne sama Pak'e bakalan mengorbankan apa saja buat kebahagiaan dia. Walaupun sekarang si ganteng sudah mulai berulah dan terkadang bikin Bu'ne dan Pak'e sebal (setengah hidup juga)
Ketemu foto-foto bayinya si ganteng. Dulu masih pakai kamera rol gitu (huaah kayaknya jadul banget ya?). Nah Bu'ne fotoin ulang dalam format digital. Foto-fotonya terpaksa Bu'ne ambil via BB. Soalnya kamera digital Bu'ne kan digondol makhluk spesies maling dan belum punya uang buat beli lagi (aaarrgghh masih gondok). Tapi ga apalah, masih untung punya dokumentasi si ganteng kecil hehehe.
Mau lihat si ganteng waktu masih 'piyik'? Nih..
Kudus, I'm in love (with the food)
| Idan manyun di depan bis Nusantara, ga mau pulang ke rumah |
Begitu sampai rumah simbah, taruh barang, mandi langsung naik motor sowan sama Bu Jatmi. Siapa Bu Jatmi? Tidak lain tidak bukan adalah penjual soto Kudus paling enak sedunia, Soto Bu Jatmi, di Jalan Wahid Hasyim, Panjunan. Lapar dan kedinginan tertempa AC bus semalaman langsung hilang kalau makan sotonya. Waduh, ngga ada yang ngalahin sotonya deh (nulis ini sambil ngeces, sluuurrrpp). Ada rasa segar yang tidak bisa ditemukan di genre soto Kudus yang lain. Entah karena faktor kecapnya yang unik, kecap THG, atau memang tangan si Bu Jatmi ini beda dari tangan penjual soto lainnya. Tapi sayang teh manis di tempat si ibu ini kurang cihui manisnya, enak teh di warung padang.
![]() |
| Waaaaah saya sangat ingin makan ini sekarang. Yang mangkuk kecil itu soto ayam dan yang besar soto kebo |
Yang ngga boleh lupa diabsenin opor Sunggingan di jalan Nitisemito. Opor ayam bakar, bukanya hanya pagi dari jam 6 juga kayaknya sudah jualan nih si bapak. Menurut saya opornya sih biasa-biasa saja, ya opor. Tapi yang bikin istimewa itu justru sambel goreng tahunya. Manis, pas sama lidah jawa saya, kalau dicampur sama kuah opornya, waaah laziiisss. Pesannya yang double ya, kalau singel pasti ngga cukup buat perut saya yang ruangannya banyak kayak perut sapi ini hahaha. Anehnya yang langganan tetap di sini justru orang-orang etnis Tionghoa (mau nulis yang lain takut SARA :p).
![]() |
| Lihat nggak cabe rawit kukusnya...sluuuurrrpppp. Di daerah, semakin banyak kalender yang tergantung, berarti warung tersebut semakin terkenal |
| Penampakan ayam bu kasmini. Yang gelap itu dari BB saya (haah merindukan si Canon merah yang ditilep maling). Yang jelas itu boleh pinjam dari sini |
![]() |
| Lentog yang porsinya kecil. Tuh kan tuh kan...wajar kan kalau saya nambah :p |
![]() |
| Pak Min yang ngangenin. Yang belum pernah coba sate kebo pasti penasaran |
![]() |
| Bakwan bakar super pedas dan penjualnya |
![]() |
| Pemerahan susu Muria dengan Idan yang hepi melihat sapi diperah dan diberi makan. Lebaran 2012 ketemuan sama Ully dan Little K di sini. |
![]() |
| Penampakan pindang ayam dan si Ayah yang minta nambah serta putranya yang ngambek. Yang bawah itu foto suhu saya sama yang punya warung, Bu Mar. |
Banyak orang yang mencari garang asem Sari Rasa kalau ke Kudus. Hhmm buat saya sih just so so ya. Segar sih memang tapi kurang pedas buat lidah saya, jadi kurang garang rasanya hahaah. Mungkin saya mau kesana lagi tapi ngga sengotot seperti absen wajib ke Bu Jatmi.
![]() |
| Penampakan garang asem yang ngga garang walaupun potongan cabenya banyak api buat saya masih kurang banyak. Dasar anomali lidah |
![]() |
| Lesehan sego tahu di depan penjara. Saking banyak peminatnya, yang beli sampai tepar hahaha |
![]() |
| Anyway, we always have fun at Kudus |
DUNIA DI WAKTU KECIL
Tumbuh sebagai seorang
anak dengan cap kutu buku buat saya sepertinya tidak jadi masalah. Yah walaupun
tidak dipungkiri, setelah saya dewasa ternyata saya menjadi orang dengan
kepribadian cenderung menarik diri dan soliter. Tapi, jujur saja, dengan banyaknya buku di
sekeliling, saya adalah seorang anak dengan banyak fantasi. Mama dan Bapak saya
bisa dibilang jarang mengajak saya dan adik-adik saya berlibur di luar kota, di
dalam kota saja rasanya bisa dihitung dengan tangan. Liburan saya hanya berkisar
menginap di rumah simbah dan bude-bude saya. Tapi kayaknya saya tidak pernah
berkeberatan. Kenapa? Karena imajinasi saya jalan terus akibat terlalu banyak
membaca.
Saya tidak pernah bosan duduk di sudut menyender tembok atau membaca sambil tiduran dengan sebuah komik atau novel anak-anak yang tebal. Padahal buku-buku tersebut sudah berkali-kali saya baca sampai menguning. Herannya, kegemaran saya membaca (dan juga suami saya) tidak menurun kepada si Idan. Hadeuuuh, salah saya kurang getol membacakan cerita untuknya.
Kalau yang ini cerita tentang putri dan kacang polong (the princess and the pie). Jadi ada seorang pangeran yang mencari jodoh, inginnya punya istri yang perasaannya halus (lelembut kalee ah), tapi tidak jua kesampaian. Suatu malam yang berhujan deras, istananya diketuk seorang putri yang kebasahan (tau dari mana ya, emang keluyuran pakai mahkota?). Sang putri walaupun basah kuyup, bajunya robek-robek karena kena badai dan bertelanjang kaki, terlihat cantik sekali (putri raja gembel kali yaak?) dan sang pangeran langsung jatuh cinta (eeeaaaa plis deh ah). Oleh Ibu Ratu, si putri diuji kehalusan perasaannya dengan tidur di tempat tidur dengan kasur berlapis-lapis yang didasar kasur terbawah ditaruh sebuah kacang polong. Paginya, si putri laporan ngga bisa tidur semalaman karena ada sesuatu yang keras di tempat tidurnya. Taraaaa dan langsung deh diangkat jadi mantu. Moral cerita kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda eh maksudnya Don't judge the book by its cover. (Dan jangan nginep di rumah cowok bukan muhrim, jeng, nanti digrebek pak RT). Gambar diambil dari sini
Saya tidak pernah bosan duduk di sudut menyender tembok atau membaca sambil tiduran dengan sebuah komik atau novel anak-anak yang tebal. Padahal buku-buku tersebut sudah berkali-kali saya baca sampai menguning. Herannya, kegemaran saya membaca (dan juga suami saya) tidak menurun kepada si Idan. Hadeuuuh, salah saya kurang getol membacakan cerita untuknya.
Saya paling senang
membaca dongeng Grimm, Andersen atau Perrault seperti kebanyakan gadis kecil lainnya. Semua ceritanya saya hapal. Semua fairy
tale saya tahu. Saking menikmati dongeng tersebut, kadang saya termimpi-mimpi
dan berkhayal jadi putri yang disihir dan diselamatkan pangeran. Kalau Mama-Bapak marah pada saya, saya ngumpet dikamar, berpura-pura mereka adalah naga dan penyihir yang jahat. Dan saya sesenggukan menanti ada ksatria pemberani menyelamatkan saya. Sampai saya lupa sendiri kalau saya sedang sedih habis dimarahin. Hahaha klasik
khayalan anak ingusan dan itu terbawa sampai saya jadi emak-emak. Apalagi
gambar-gambar di buku-buku cerita saya itu klasik, baguuuus sekali. Sampai
kadang saya contek dan jiplak tapi tidak pernah berhasil dengan baik.
Sekarang rasanya saya
jarang menemukan buku anak dengan ilustrasi yang bagus. Kebanyakan so cartoony,
peyang penjol tidak jelas gambarnya. Tidak seperti gambar indah di buku-buku
saya dulu yang jelas sekali rasa seninya (atau memang sense of art saya yang beda
haluan dengan illustrator buku anak sekarang). Pokoknya nyeni banget, nyaris seperti lukisan surealisme alirannya Basuki Abdullah dan Raden Saleh. Niat banget deh buku cerita anak dilukis pakai cat minyak, ga kayak sekarang, pakai komputer. Kurang nyeni.
Biar paham maksud
saya, saya beri contoh beberapa gambar dan sedikit ringkasan ceritanya
| Ini cerita si Little Red Riding Hood. Anak yang diutus ibunya menengok sang nenek yang tinggalnya di seberang hutan. Di tengah jalan bertemu serigala dan sempat berbincang dengan mahluk buas itu. Serigala lalu pergi ke rumah nenek dan menyamar jadi nenek, tapi akhirnya berhasil ditembak ayah si Tudung Merah (ada beberapa versi tapi Grimm memperhalusnya). Pesan moralnya adalah jangan bicara dengan orang asing kalau bepergian.Kalau nekat, bisa-bisa nenek dimakan serigala hehehe |
Lalu ada lagi si Hansel and Gretel, anak Jerman yang kesasar ke rumah permen dan kue milik penyihir kanibal yang suka makan anak-anak gendut dalam kuali. Pesan moralnya sebenarnya adalah kalau pergi sendiri, jangan jauh-jauh dari rumah, bisa tersasar. Dan kalau makan dinding kue dari biskuit, ssstt kunyahnya pelan-pelan, biar ga ketauan yang punya rumah :) .
Terus si Thumbelina, anak perempuan yang sebesar jempol orang dewasa. Yang lahir dari bunga tulip yang mekar. Awalnya Thumbelina selalu protes tentang ukuran tubuhnya yang mungil karena ia jadi tidak bisa kemana-mana. Saking mungilnya, ibunya menidurkannya dalam kulit kenari.
| Thumbelina melarikan diri dari ibu katak yang ga tau diri :)
Gambar dari sini
|
Thumbelina diculik ibu katak yang ingin menikahkan dia dengan anaknya yang jelek. Singkat cerita, akhirnya Thumbelina menikah dengan Pangeran Peri yang tinggal di kerajaan peri di ladang tulip. Moral ceritanya, selalu bersyukur jadi diri sendiri dengan kelemahan yang ada, karena pasti ada happy ending-nya. Misalnya ketemu pangeran tampan dan jadi ratu terus punya sayap *fufufu*
Kalau yang ini cerita tentang putri dan kacang polong (the princess and the pie). Jadi ada seorang pangeran yang mencari jodoh, inginnya punya istri yang perasaannya halus (lelembut kalee ah), tapi tidak jua kesampaian. Suatu malam yang berhujan deras, istananya diketuk seorang putri yang kebasahan (tau dari mana ya, emang keluyuran pakai mahkota?). Sang putri walaupun basah kuyup, bajunya robek-robek karena kena badai dan bertelanjang kaki, terlihat cantik sekali
Cerita putri yang lain adalah The Princess and the Frog (bukan yang Tiana dari versi Disney loh ya). Ada putri nih yang waktu main bola emas hadiah dari ayahnya(putri kok main bola?), nah bolanya kecemplung di sumur yang dalam. Putri itu sedih sekali. Tiba-tiba ada seekor katak yang bisa bicara dan bersedia mengambilkan bola emas itu dari dasar sumur asal sang putri mau menciumnya. Ternyata setelah bola diambil, si Putri membatalkan janjinya dan malah kabur. Sang katak lalu mengadu ke Raja, ayah si Putri dan membuat sang raja marah karena putrinya berbohong. Sang putri lalu diperintahkan untuk membawa katak itu ke kamarnya dan memperlakukannya baik-baik. Setiba dikamar, dengan jijik diciumnya sang katak itu lalu dilemparkan sekuat tenaga ke dinding kamar dan ternyata alih-alih katak, yang membentur dinding adalah seorang pangeran tampan (kenapa sih pangeran selalu dibilang tampan, emang ga ada yang jelek ya?). Ternyata katak itu adalah pangeran yang disihir dan hanya bisa kembali bila ada seorang putri yang mau menciumnya. Sampai disini, setelah saya dewasa, saya lebih suka versi Disney, yang putrinya justru berubah jadi katak juga hihihi. Moral cerita: jangan ingkar janji (dan jangan lupa sikat gigi sebelum mencium katak). Catatan : gambar dari sini
Langganan:
Postingan (Atom)























.jpg)


